Perjalanan Menjaring Matahari
Perjalanan jiwa menelusuri waktu,
menata suratan takdir, kulangkahi sejuta kendala
Perjalanan kelam menjaring hari depan
Kukubur mimpi buruk, semoga saja tak akan terulang
Aku harus jadi lelaki yang seutuhnya lelaki
Tangis kubuang dada kubusungkan,
duka, dan derita kusembunyikan
Matahari bangkitlah bersamaku,
rembulan purnama bersamaku,
bintang-bintang berpijar bersamaku
debur ombak gemuruh bersamaku
Aku lebur dengan langit,
aku lebur dengan bumi
Perjalanan diam menembus relung hati,
menghimpun ketegaran, melewati s'gala rintangan
Aku harus jadi lelaki yang seutuhnya lelaki
Tangis kubuang dada kubusungkan,
duka, dan derita kusembunyikan
Matahari bangkitlah bersamaku,
rembulan purnama bersamaku,
bintang-bintang berpijar bersamaku
debur ombak gemuruh bersamaku
Aku lebur dengan langit,
aku lebur dengan bumi
Kau Rengkuh Mentari Kau Dekap Rembulan
Rambutmu tergerai ditiup angin
seperti gelombang di samudera
Kau berdiri di padang Sahara
Tubuhmu kotor mandi keringat
Matamu tajam seperti elang
Kau menangkap kilau kedalaman
Kau rengkuh mentari
Kau sirami tubuhmu dengan kemilau cahaya
terpancar ke seluruh penjuru jagat raya
Kau dekap rembulan
Kau lumuri wajahmu dengan sinar keteduhan
menyelimuti bumi beserta isinya
Kami menangis merinduimu,
kami merintih mencintaimu
Dalam doa 'ku selalu memuja
Keselamatanmu dan sahabat
serta seluru umat di dunia
Kau rengkuh mentari
Kau sirami tubuhmu dengan kemilau cahaya
terpancar ke seluruh penjuru jagat raya
Kau dekap rembulan
Kau lumuri wajahmu dengan sinar keteduhan
menyelimuti bumi beserta isinya
Kami menangis merinduimu,
kami merintih mencintaimu
Kami menangis merinduimu,
kami merintih mencintaimu
Kami menangis merinduimu,
kami merintih mencintaimu
Kami merintih merinduimu,
kami menangis mencintaimu
Izinkan Aku Reguk Cintamu
Aku Bertasbih
Bukan hanya karena
Takut akan
Azab nerakaMu
Aku Bertahmid
Bukan hanya karena
Ingin merebut
Nikmat surgaMu
Aku Bertakbir
Seluruh jiwa dan raga
Karena sungguh
MendambakanMu
MerindukanMu
MencintaiMu
Kekasihku
Izinkan aku
Membasahi sajadah
Bersimbah air mata
Di dalam sujud
Izinkan aku
Runduk memohon ampun
Lafazkan taubat
Dan Istighfar
Oh... Engkaulah yang Maha Perkasa
Oh... Engkaulah yang Maha Segalanya
Yaa Allah.. Yaa Rahman.. Yaa Rahim
Yaa Karim
Segala puji bagiMu
Izinkan aku reguk cintaMu
Keluargaku... Surgaku...
Keluargaku... Surgaku...,
Istriku... Bidadariku...,
Anakku... Malaikat Kecilku...,
Rumahku... Istanaku...
Orator
Kita adalah sepasukan burung Garuda jantan
yang hendak merebut kota dari cengkeraman kaum munafik
hm... loba dan tamak
Seharian kuku-kuku kita telah tajam diasah
bakal merobek topeng-topeng manis,
kedok dari kebusukan dan kelicikan hm segera hentikan
Sejak kemarin di kota ini telah penuh dengan kekotoran
Bau bangkai tanpa terlihat mayat, bau wangi tanpa ada kembang
Buktikanlah bahwa kemerdekaan bukan hanya sebuah sandiwara
Bersaksilah bahwa kemerdekaan benar-benar telah jadi milik kita
Kita mencoba jadi seperangkat alat untuk membasmi
tikus dan rayap, nyamuk dan lalat,
semua pengkhianat di tanah ini, hm di negeri ini
Sejak kemarin di kota ini telah penuh dengan kekotoran
Bau bangkai tanpa terlihat mayat, bau wangi tanpa ada kembang
Buktikanlah bahwa kemerdekaan bukan hanya sebuah sandiwara
Bersaksilah bahwa kemerdekaan benar-benar telah jadi milik kita
Bunga Bunga Cinta
Oleh: Ebiet G. Ade
Geriapnya seperti sejuta bintangPancaran matamu bening cemerlang
Aku pun terkesima, hilanglah kata-kata,
degup jantungku menggelegak,
gelora cinta pun deras mengalir tak terbendung
Semburatnya seperti cipratan embun
tergambar dalam senyumanmu teduh
Ulurkanlah tanganmu, alirkanlah cintamu
Aku terpana tanpa daya
Letih berpacu mengejar impian, bunga cinta
Aku memang lelaki yang tak beruntung
Tak punya apapun yang dapat kubanggakan
Sementara engkau terlalu sempurna
Hampir hanya terwujud dalam bayang-bayang,
hanya dalam bayang
Semburatnya seperti cipratan embun
tergambar dalam senyumanmu teduh
Ulurkanlah tanganmu, alirkanlah cintamu
Aku terpana tanpa daya
Letih berpacu mengejar impian, bunga cinta
Getar-getar cintaku dan cintamu
Terwujudlah semua angan-anganku
Aku ada bersamamu, engkau ada bersamaku
Selamat pagi isi bumi, selamat tinggal bayang-bayang sepi
Selamat tinggal bayang-bayang sepi
Nyanyian Cinta Satu Ketika
Oleh: Ebiet G. Ade
Jangan Coba Bicara
Mari Kita Renungkan
Di Dalam Sepiku Kau Diam
Terkubur Di Batas Langit
Tersapu Debu Jalanan
Semua Duka Kita Tinggal
Dengar aku Yang Bernyanyi
Pasti Bagi Kamu
Ikrarkan Kita Tak Lagi Bertengkar
Pegang Erat Tanganku dan Jangan Lepaskan
Ikatkan Benang Kasih Sayang
Nampaknya Mendung Segera Lewat
Matahari Bersinar
Semuanya Telah Dirancang Untuk Menyambut Kita
Tersenyumlah
Mari Tersenyum
Hari ini Milik Kita
Jangan Paksa Menangis
Mari Kita fikirkan
Sejarah Usang Kita Buang
Senandungkan Satu Lagu
Agar Semua Kembang Mekar
Harumkan Jiwa Cinta Kita
Dengar aku Yang Bernyanyi
Pasti Bagi Kamu
Ikrarkan Kita Tak Lagi Bertengkar
Pegang Erat Tanganku dan Jangan Lepaskan
Ikatkan Benang Kasih Sayang
Nampaknya Mendung Segera Lewat
Matahari Bersinar
Semuanya Telah Dirancang Untuk Menyambut Kita
Tersenyumlah
Mari Tersenyum
Hari ini Milik Kita
Kalian Boleh Coba
Jemari tanganmu
menari di atas
bilah-bilah piano
Menyanyi bersama
lagu yang kucipta
khusus buat kita berdua
Kalian boleh dengar,
kalian boleh simak
kami jalin suara
Kalian boleh lihat
cara kami merajut
benang-benang asmara
Malam makin larut
Lelawa beterbangan
di atas kepala kita
Doa kita telah usai
Nyanyian kita pun tuntas
tumpah ruah di udara
Kalian pasti lihat,
kalian pasti baca
wajah kami berdua
Kalian boleh tebak
cara kami memilih
putik-putik asmara
Sesungguhnya sangat mudah,
sesungguhnya sangat sederhana
Kami saling memberi,
kami saling mengerti
Ho ho pastilah langit terasa bersih
Nafas harum aroma bunga mawar
Menemani kita bernyanyi bersama
Sesungguhnya sangat mudah,
sesungguhnya sangat sederhana
Kami saling memberi,
kami saling mengerti
Ho ho pastilah langit terasa bersih
Nafas harum aroma bunga mawar
Menemani kita bernyanyi bersama