Showing posts with label Syair dan Puisi. Show all posts
Showing posts with label Syair dan Puisi. Show all posts

Perjalanan Menjaring Matahari

Oleh: Ebiet G. Ade

Perjalanan jiwa menelusuri waktu,
menata suratan takdir, kulangkahi sejuta kendala
Perjalanan kelam menjaring hari depan
Kukubur mimpi buruk, semoga saja tak akan terulang

Aku harus jadi lelaki yang seutuhnya lelaki
Tangis kubuang dada kubusungkan,
duka, dan derita kusembunyikan

Matahari bangkitlah bersamaku,
rembulan purnama bersamaku,
bintang-bintang berpijar bersamaku
debur ombak gemuruh bersamaku

Aku lebur dengan langit,
aku lebur dengan bumi

Perjalanan diam menembus relung hati,
menghimpun ketegaran, melewati s'gala rintangan

Aku harus jadi lelaki yang seutuhnya lelaki
Tangis kubuang dada kubusungkan,
duka, dan derita kusembunyikan

Matahari bangkitlah bersamaku,
rembulan purnama bersamaku,
bintang-bintang berpijar bersamaku
debur ombak gemuruh bersamaku

Aku lebur dengan langit,
aku lebur dengan bumi

Kau Rengkuh Mentari Kau Dekap Rembulan

Oleh: Ebiet G. Ade

Rambutmu tergerai ditiup angin
seperti gelombang di samudera
Kau berdiri di padang Sahara
Tubuhmu kotor mandi keringat
Matamu tajam seperti elang
Kau menangkap kilau kedalaman
Kau rengkuh mentari
Kau sirami tubuhmu dengan kemilau cahaya
terpancar ke seluruh penjuru jagat raya
Kau dekap rembulan
Kau lumuri wajahmu dengan sinar keteduhan
menyelimuti bumi beserta isinya
Kami menangis merinduimu,
kami merintih mencintaimu

Dalam doa 'ku selalu memuja
Keselamatanmu dan sahabat
serta seluru umat di dunia
Kau rengkuh mentari
Kau sirami tubuhmu dengan kemilau cahaya
terpancar ke seluruh penjuru jagat raya
Kau dekap rembulan
Kau lumuri wajahmu dengan sinar keteduhan
menyelimuti bumi beserta isinya
Kami menangis merinduimu,
kami merintih mencintaimu
Kami menangis merinduimu,
kami merintih mencintaimu
Kami menangis merinduimu,
kami merintih mencintaimu

Kami merintih merinduimu,
kami menangis mencintaimu

Izinkan Aku Reguk Cintamu

Oleh: Ebiet G. Ade

Aku Bertasbih
Bukan hanya karena
Takut akan
Azab nerakaMu

Aku Bertahmid
Bukan hanya karena
Ingin merebut
Nikmat surgaMu

Aku Bertakbir
Seluruh jiwa dan raga
Karena sungguh
MendambakanMu
MerindukanMu
MencintaiMu
Kekasihku

Izinkan aku
Membasahi sajadah
Bersimbah air mata
Di dalam sujud

Izinkan aku
Runduk memohon ampun
Lafazkan taubat
Dan Istighfar

Oh... Engkaulah yang Maha Perkasa
Oh... Engkaulah yang Maha Segalanya

Yaa Allah.. Yaa Rahman.. Yaa Rahim
Yaa Karim
Segala puji bagiMu
Izinkan aku reguk cintaMu

Keluargaku... Surgaku...

Oleh: Sastrawan Indra

Keluargaku... Surgaku...,
Istriku... Bidadariku...,
Anakku... Malaikat Kecilku...,
Rumahku... Istanaku...

Orator

Oleh: Ebiet G. Ade

Kita adalah sepasukan burung Garuda jantan
yang hendak merebut kota dari cengkeraman kaum munafik
hm... loba dan tamak

Seharian kuku-kuku kita telah tajam diasah
bakal merobek topeng-topeng manis,
kedok dari kebusukan dan kelicikan hm segera hentikan

Sejak kemarin di kota ini telah penuh dengan kekotoran
Bau bangkai tanpa terlihat mayat, bau wangi tanpa ada kembang
Buktikanlah bahwa kemerdekaan bukan hanya sebuah sandiwara
Bersaksilah bahwa kemerdekaan benar-benar telah jadi milik kita

Kita mencoba jadi seperangkat alat untuk membasmi
tikus dan rayap, nyamuk dan lalat,
semua pengkhianat di tanah ini, hm di negeri ini

Sejak kemarin di kota ini telah penuh dengan kekotoran
Bau bangkai tanpa terlihat mayat, bau wangi tanpa ada kembang
Buktikanlah bahwa kemerdekaan bukan hanya sebuah sandiwara
Bersaksilah bahwa kemerdekaan benar-benar telah jadi milik kita

Bunga Bunga Cinta

Oleh: Ebiet G. Ade

Geriapnya seperti sejuta bintang
Pancaran matamu bening cemerlang
Aku pun terkesima, hilanglah kata-kata,
degup jantungku menggelegak,
gelora cinta pun deras mengalir tak terbendung

Semburatnya seperti cipratan embun
tergambar dalam senyumanmu teduh
Ulurkanlah tanganmu, alirkanlah cintamu
Aku terpana tanpa daya
Letih berpacu mengejar impian, bunga cinta

Aku memang lelaki yang tak beruntung
Tak punya apapun yang dapat kubanggakan
Sementara engkau terlalu sempurna
Hampir hanya terwujud dalam bayang-bayang,
hanya dalam bayang

Semburatnya seperti cipratan embun
tergambar dalam senyumanmu teduh
Ulurkanlah tanganmu, alirkanlah cintamu
Aku terpana tanpa daya
Letih berpacu mengejar impian, bunga cinta

Getar-getar cintaku dan cintamu
Terwujudlah semua angan-anganku
Aku ada bersamamu, engkau ada bersamaku
Selamat pagi isi bumi, selamat tinggal bayang-bayang sepi
Selamat tinggal bayang-bayang sepi

Nyanyian Cinta Satu Ketika

Oleh: Ebiet G. Ade

Jangan Coba Bicara
Mari Kita Renungkan
Di Dalam Sepiku Kau Diam
Terkubur Di Batas Langit
Tersapu Debu Jalanan
Semua Duka Kita Tinggal

Dengar aku Yang Bernyanyi
Pasti Bagi Kamu
Ikrarkan Kita Tak Lagi Bertengkar
Pegang Erat Tanganku dan Jangan Lepaskan
Ikatkan Benang Kasih Sayang

Nampaknya Mendung Segera Lewat
Matahari Bersinar
Semuanya Telah Dirancang Untuk Menyambut Kita
Tersenyumlah
Mari Tersenyum
Hari ini Milik Kita

Jangan Paksa Menangis
Mari Kita fikirkan
Sejarah Usang Kita Buang
Senandungkan Satu Lagu
Agar Semua Kembang Mekar
Harumkan Jiwa Cinta Kita

Dengar aku Yang Bernyanyi
Pasti Bagi Kamu
Ikrarkan Kita Tak Lagi Bertengkar
Pegang Erat Tanganku dan Jangan Lepaskan
Ikatkan Benang Kasih Sayang

Nampaknya Mendung Segera Lewat
Matahari Bersinar
Semuanya Telah Dirancang Untuk Menyambut Kita
Tersenyumlah
Mari Tersenyum
Hari ini Milik Kita

Kalian Boleh Coba

Oleh: Ebiet G. Ade

Jemari tanganmu
menari di atas
bilah-bilah piano

Menyanyi bersama
lagu yang kucipta
khusus buat kita berdua

Kalian boleh dengar,
kalian boleh simak
kami jalin suara
Kalian boleh lihat
cara kami merajut
benang-benang asmara

Malam makin larut
Lelawa beterbangan
di atas kepala kita

Doa kita telah usai
Nyanyian kita pun tuntas
tumpah ruah di udara

Kalian pasti lihat,
kalian pasti baca
wajah kami berdua
Kalian boleh tebak
cara kami memilih
putik-putik asmara

Sesungguhnya sangat mudah,
sesungguhnya sangat sederhana
Kami saling memberi,
kami saling mengerti

Ho ho pastilah langit terasa bersih
Nafas harum aroma bunga mawar
Menemani kita bernyanyi bersama

Sesungguhnya sangat mudah,
sesungguhnya sangat sederhana
Kami saling memberi,
kami saling mengerti

Ho ho pastilah langit terasa bersih
Nafas harum aroma bunga mawar
Menemani kita bernyanyi bersama