Showing posts with label Kabar Berita. Show all posts
Showing posts with label Kabar Berita. Show all posts

Tidak Ada Kiamat di Tahun 2012

Hmm … sepertinya banyak juga ya penggemar kiamat 2012. Ada apa sebenarnya, sehingga manusia sangat tertarik dan percaya dengan mudah pada isu-isu seperti ini?

Katanya, dunia akan berakhir pada tanggal 21 Desember 2012! Runutan angka yang menarik yang membuat Anda langsung terperangah dan menggumam, “Ah benar juga … pasti bener nih beritanya”. Lantas, tanpa telaah lanjut, Anda pun berkata kiamat tinggal 3 tahun lagi. Atau kalau Anda tak percaya teori kiamat, Anda langsung berkomentar, “Cuma Tuhan yang tahu kapan kiamat”, “Ah kamu musyrik …”, atau “Itu info disebarkan oleh orang tak beragama”. Sekali lagi, semua informasi hanya ditelan tanpa ditelaah.

Piramida peninggalan suku Maya. kredit : whoyoucallingaskeptic.wordpress.com

Piramida peninggalan suku Maya. kredit : whoyoucallingaskeptic.wordpress.com

Nah, karena dunia akan kiamat sebentar lagi, berhentilah merencanakan hidup, karier Anda, tak usah lagi berpikir untuk punya rumah, segeralah menikah sebelum kiamat, dan pastikan Anda bisa bersenang-senang menikmati hidup sebelum kiamat. Atau, segeralah bertobat. Jangan sampai saat kiamat Anda malah belum bertobat. Tiga tahun lagi lho!.

Kata sebagian orang, mungkin ini pembahasan yang aneh. Hampir setiap saat kita mendengar tentang berbagai teori kiamat … dan kenyataannya kita masih ada di sini. Belum ada satu teori pun yang kebenarannya terbukti. Tapi, kenapa 2012 begitu penting?

Katanya, kalender Maya akan berhenti tahun 2012, dan kemudian jadi semacam agama dan kepercayaan baru, mengalahkan kepercayaan yang ada di masyarakat. Mengabaikan semua alasan saintifik dan pada akhirnya membawa masyarakat pada kekhawatiran baru. Lupakan Nostradamus, Y2k, dan semua prediksi kiamat lainnya, karena sekali lagi menurut ramalan 2012, planet X akan kembali dan menghancurkan Bumi.

Ok … kita berhenti dulu di sini dan mari kita telaah setiap alasan yang muncul tentang kiamat 2012 ini. Dan bagi Anda para penggemar nubuat Kalender Maya, saya punya berita buruk untuk Anda semua. Tidak akan ada kiamat di tahun 2012 … dan ini alasannya, silakan disimak.

Kalender Maya

Kalender Maya

Kalender Maya

Apa itu kalender Maya? Ini merupakan kalender yang disusun oleh sebuah peradaban yang dikenal dengan nama Maya pada kisaran 250-900 M. Bukti kehadiran peradaban Suku Maya ini bisa dilihat dari sisa kerajaannya di hampir semua bagian selatan Meksiko, Guatemala, Belize, El Savador, dan sebagian Honduras.

Dari bukti-bukti sejarah, masyarakat suku Maya memang memiliki kemampuan menulis yang baik dan juga kemampuan untuk membangun kota dan perencanaan kota. Dalam hal membangun, Suku Maya terkenal dengan bangunan piramida dan berbagai bangunan besar lainnya. Tak hanya itu, dalam kebudayaan, peradaban suku Maya memberi pengaruh yang sangat besar pada kebudayaan Amerika Tengah. Pengaruh itu bukan hanya dalam hal peradaban namun juga dalam hal populasi pribumi di area tersebut. Sampai saat ini, sejumlah Suku Maya masih tetap ada dan meneruskan tradisi mereka yang telah berumur ribuan tahun itu.

Suku Maya dalam kehidupannya menggunakan beberapa kalender berbeda. Bagi mereka, waktu merupakan penghubung dengan lingkaran spiritual. Kalender memang digunakan untuk hal-hal praktis seperti untuk kehidupan sosial, pertanian, perdagangan dan berbagai keperluan administratif. Namun dipercaya ada elemen religi yang besar di dalamnya yang memberi pengaruh. Bagi suku Maya, setiap hari memiliki ruh pelindung yang berbeda sehingga setiap hari memiliki fungsi yang berbeda pula. Sangat berbeda dengan kehidupan modern dengan kalender Gregorian yang hanya menetapkan kalender sebagai waktu yang terkait dengan hal-hal administratif, kehidupan sosial dan keperluan ekonomi.

Kebanyakan kalender Maya memiliki rentang waktu pendek.

  • Kalender Tzolk’in berakhir dalam 260 hari
  • Kalender Haab’ memberi perkiraan 1 tahun Matahari yakni 365 hari.

Suku Maya kemudian menggabungkan kedua kalender ini membentuk “Calendar Round”, siklus yang akan berakhir setelah 52 Haab (sekitar 52 tahun atau kisaran panjangnya satu generasi). Di dalam “Calendar round” terdapat Trecena ( siklus 13 hari) dan Veintena (siklus 20 hari). Tampaknya, sistem siklus ini berlaku dengan mempertimbangkan jumlah hari dalam 52 tahun adalah 18980 hari.

Untuk bangsa Maya, sains dan agama adalah satu. Mereka membangun sistem matematika dan astronomi yang cukup impresif, terkait dengan kepercayaan mereka. Pencapaian dalam hal matematika bisa dilihat pada notasi posisi dan penggunaan angka nol. Dalam astronomi, mereka secara akurat menghitung tahun Matahari, melakukan kompilasi tabel posisi bulan dan Venus, serta memprediksi Gerhana Matahari. Suku Maya juga memiliki penanggalan untuk “siklus Venus” yang cukup akurat. Kalender Venus ini dibuat berdasarkan lokasi Venus di langit malam. Hal yang sama tampaknya juga dilakukan pada planet-planet lainnya.

Sistem “Calendar Round” ini memang sangat baik untuk mengingat hari kelahiran atau periode keagamaan. Namun, untuk merekam sejarah, kalender ini tak bisa dijadikan patokan karena tak dapat merekam kejadian yang lebih tua dari 52 tahun.

Akhir Perhitungan Panjang = Akhir Dunia?

Alam semesta menurut suku Maya. Kredit : edwardtbabinski.us

Alam semesta menurut suku Maya. Kredit : edwardtbabinski.us

Karena tak bisa merekam kejadian sejarah yang lebih tua dari 52 tahun, Suku Maya punya solusi lain. Dengan metode yang cukup inovatif, mereka bisa memperluas jangkauan “Calendar Round” yang tadinya cuma 52 tahun itu.

Sampai di titik ini, kalender Maya akan tampak sangat kuno, bahkan bisa dikatakan dibuat hanya berdasarkan kepercayaan religi, siklus bulan, kalkulasi matematika dengan siklus atau unit 13 dan 20 sebagai dasar perhitungan disertai campuran kepercayaan mitologi. Satu-satunya prinsip kalender yang memiliki korelasi dengan kalender modern hanyalah Haab yang mengenali panjang tahun Matahari yakni 365 hari. Sebagai jawaban atas penanggalan yang lebih panjang, Suku Maya membuat sistem penanggalan “Long Count” atau “Perhitungan Panjang”, kalender yang akan berakhir setelah 5126 tahun.

Sistem penanggalan Maya untuk “Long Count” ini memang menarik, dan secara numerik dapat diprediksi dan bisa dengan akurat menunjuk pada penanggalan dalam sejarah. Penanggalan ini bergantung pada basik perhitungan dengan unit 20. Kalender modern saat ini menggunakan dasar perhitungan dengan unit 10.

Nah bagaimana perhitungannya?

Tahun dalam “Long Count” kalender Maya, dimulai dari 0.0.0.0.0. Tiap angka 0 merepresentasikan angka 0-19, dan setiap angka merepresentasikan perhitungan hari-hari suku Maya.

Untuk hari pertama, kalendernya akan seperti ini : 0.0.0.0.1 dan pada hari ke-19 akan menjadi 0.0.0.0.19. Jika mencapai angka 20, kalendernya akan jadi : 0.0.0.1.0. Perhitungan ini akan menunjukkan 0.0.1.0.0 untuk satu tahun dan 0.1.0.0.0 untuk kisaran 20 tahun dan 1.0.0.0.0 utuk kisaran 400 tahun. Maka, penanggalan 2.10.12.7.1 akan melambangkan penanggalan untuk hari ke-1 di bulan ke-7 dan tahun 1012.

Lantas, apa hubungannya dengan akhir dunia?

Suku Maya sangat terobsesi dengan waktu. Pemahaman dan prediksi berbagai siklus waktu akan memberi mereka kemampuan untuk mengadaptasinya dalam kehidupan di dunia. Menurut kosmologi bangsa Maya, dunia ini telah diciptakan 5 kali dan dihancurkan 4 kali. Dalam skala yang sementara, berbagai hari di dalam satu tahun dianggap cocok untuk aktivitas tertentu, sedangkan sebagian lainnya merupakan ketidakberuntungan.

Nah, menurut kepercayaan suku Maya, sesuatu yang buruk akan terjadi jika kalender “Long Count” berakhir. Berbagai pembagian dilakukan para ahli, namun karena suku Maya mendasarkan perhitungan numerik pada siklus 13 dan 20, maka bisa jadi hari terakhir kalender mereka adalah 13.0.0.0.0. Kapankah itu? Angka 13.0.0.0.0 merepresentasikan 5126 tahun dan “Long Count” ini berawal pada 0.0.0.0.0 yakni 11 Agustus 3114 SM menurut penanggalan Gregorian.

Nah, dengan demikian, kalender Maya akan berakhir 5126 tahun kemudian, yakni 21 Desember 2012. Inilah yang jadi dasar pemikiran tentang kiamat di tahun 2012.

Akhir Dunia

Ilustrasi tabrakan yang terjadi. Kredit : NASA

Ilustrasi tabrakan yang terjadi. Kredit : NASA

Sepertinya, saat sesuatu itu berakhir, termasuk ketika perhitungan kalender kuno berakhir, masyarakat cenderung berpikir pada kemungkinan ekstrem bahwa peradaban juga akan ikut berakhir. Entah dengan cara apa dunia akan berakhir. Berbagai argumentasi bermunculan, antara lain Bumi akan ditabrak oleh sebuah planet, asteroid, atau entah bencana apalagi. Intinya, jika kalender ini berakhir maka Bumi akan tersapu dan hancur.

Ahli arkeologi dan juga orang-orang yang keahliannya pada hal mitologi percaya bahwa akan ada era pencerahan yang muncul jika 13.0.0.0.0 tiba. Dan ini juga tidak berarti akan kiamat atau apa pun. Tidak ada bukti yang menunjukkan dunia akan berakhir. Bahkan, jika memang ada, maka suku Maya bisa dikatakan berhasil memprediksikan sebuah keajaiban religius.

Mitos terus berkembang, bahkan film Indiana Jones and the Kingdom of Crystal Skull sepertinya dibuat berdasarkan mitos suku Maya. Dikatakan, 13 tengkorak kristal akan dapat menyelamatkan kemanusiaan dari kiamat. Mitos di film ini mengatakan jika ke-13 tengkorak kuno ini tidak diletakkan bersama pada waktu tertentu, Bumi akan bergeser dari sumbunya. Menarik memang untuk sebuah film, bisa meraih penontonnya yang mudah percaya pada mitos ….

Tak hanya itu. Mitos yang berkembang mengatakan bahwa Bumi akan dihancurkan oleh tabrakan Planet X, tabrakan meteorit, dihisap lubang hitam, dibunuh oleh flare Matahari, Bumi hancur oleh ledakan sinar gamma dari sistem bintang, datangnya zaman es yang lebih cepat dan pergeseran kutub magnet. Bahkan setiap prediksi disertai bukti-buktinya sendiri. Dan pada akhirnya begitu banyak pengikut kiamat 2012 ini. Sayangnya tak satu pun argumentasi yang diberikan itu bisa dibuktikan kebenarannya.

Fakta yang ada menyatakan Nubuat Kiamat Suku Maya murni berdasarkan kalender yang memang tidak didesain untuk menghitung penanggalan setelah 2012. Hal ini disebabkan karena suku Maya mendasarkan perhitungan pada siklus 13 dan 20.

Arkeo-astronom Maya bahkan masih memperdebatkan masalah kalender “Long Count” ini. Pertanyaannya, apakah kalender ini akan kembali ke 0.0.0.0.0 setelah 13.0.0.0.0 atau akan terus berlanjut sampai 20.0.0.0.0 (sekitar 8000M) dan kemudian kembali ke 0.0.0.0.0?

Mengutip kata-kata Karl Kruszelnicki dalam “Great Moments in Science“:

“ … ketika Kalender mengakhiri siklusnya, ia akan berputar kembali ke siklus berikutnya. Dalam masyarakat modern, setiap tanggal 31 Desember tidak diakhiri dengan akhir dunia, namun dilanjutkan oleh siklus berikut yakni 1 Januari. Karena itu, 13.0.0.0.0 dalam kalender Maya akan diikuti oleh 0.0.0.0.1 atau 22 desember 2012, yang hanya menyisakan beberapa hari untuk berbelanja keperluan Natal.”

Siklus kalender Maya boleh berakhir, namun siklus baru akan kembali berulang … dan membawa hari baru bagi penghuni Bumi.


http://langitselatan.com/2009/02/24/tidak-ada-kiamat-di-tahun-2012/

Apakah Nordin Top Ancaman Riil?

Seluruh pikiran, pandangan, hati, dan energi bangsa ini, hanya diarahkan dan ditujukan kepada seorang tokoh bernama ‘Nordin Top’. Seakan ‘Nordin Top’ ini musuh utama, musuh bangsa dan musuh umat manusia. Opini yang dibangun melalui media dan tokoh, semuanya diarahkan kepada tokoh ‘Nordin Top’. Betapa hebatnya, sebuah proses rekayasa yang sangat sistematis, dan bangsa ini dapat melupakan seluruh persoalan-persoalan kehidupan yang pokok, dan sejatinya menjadi ancaman riil, bagi masa depan mereka.

Bermula, peristiwa yang mengejutkan, berlangsung di hari Jum’at pagi, 15 Juli 2009, di mana suasana pagi dihentakkan ledakkan bom di dua tempat, Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, yang keduanya hotel yang sangat mewah, dan dikunjungi hanya orang-orang yang terbatas, karena hotel ini memiliki eksklusifitas serta sistem pengamanan yang sangat tinggi, dan secara logika yang wajar tidak mungkin akan dapat disusupi dan diinfiltrasi oleh ‘teroris’ dan jaringannya. Tapi, faktanya kedua hotel bertaraf internasional ‘jebol’ oleh jaringan teroris dan berhasil diledakkan.

Kini, peristiwa di JW Marriot dan Ritz Carlton, terus diikuti perburuan oleh aparat keamanan terhadap mereka yang terlibat dan tersangka kasus itu, termasuk jaringannya. Dan, kembali seluruh opini publik, seakan disihir yang sedemikian hebat dan dahsyatnya, ketika semua media elektronik dan cetak memberitakan secara langsung dengan siaran ‘breaking news’, tentang penyerbuan tempat persembunyian ‘Nordin Top’ di Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, sejak hari Jum’at, dan akhirnya drama yang penuh dengan ketegangan itu, disudahi dengan laporan terbunuhnya sanga tokoh ‘Nordin Top’. Drama pengepungan yang berlangsung selama lebih 17 jam itu, benar-benar menguras seluruh perhatian bangsa Indonesia.

Namun, sebelum terbunuhnya ‘Nordin Top’ ini, sudah didahului dengan peristiwa Jati Asih,Bekasi, Jawa Barat, di mana tersangka teroris Air Setiawan dan Joko Sardono, tewas ditembak saat akan ditangkap oleh Satuan Densus 88. Dari berbagai keterangan yang lebih menyeramkan di media, bahwa kelompok Jati Asih ini, bertujuan ingin melakukan bom bunuh diri dengan menggunakan mobil bok, dan sebagai target sasarannya adalah Presiden SBY. Apakah semunya itu benar, dan Presiden SBY sudah menjadi target sasaran para teroris?

Selanjutnya, peristiwa peledakkan di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, peristiwa di Jati Asih ini menimbulkan berbagai spekulasi, dan keinginan tahu masyarakat luas, apa motive dan tujuan melakukan peledakan dua hotel ini, serta adanya upaya pembunuhan terhadap Presiden? Penangkapan terhadap ‘Nordin Top’ telah pula mengharu-biru pikiran, benak, serta ketenangan masyarakat, yang dalam beberapa waktu ini, tak terusik oleh peristiwa kekerasan.

Sejatinya, apakah jaringan teroris di Indonesia sangat potensial, dan akan terus hidup, serta bersifat laten, dan akan menjadi ancaman bagi keamanan nasional Indonesia? Apakah jaringan teroris di Indonesia sebuah organisasi dan gerakan terstruktur dan memiliki jaringan internasional? Apakah jaringan teroris di Indonesia benar-benar memiliki ideologi, dan menjadikan kepentingan Barat sebagai target sasarannya? Atau kegiatan para ‘teroris’ ini, tak lebih sebuah proyek, yang ingin menjadikan Indonesia menjadi tergantung kepada kepentingan asing?

Dari hasil penyerbuan yang dilakukan aparat keamanan Densus 88, di Kedu, Temanggung Jawa Tengah, dinyatakan aparat berhasil membunuh sang tokoh, yang selama ini menjadi bahan pemberitaan yaitu ‘Nordin Top’. Tapi, sejumlah pengamat masih meragukan bahwa sang tokoh ‘Nordin Top’ telah tewas. Seperti, Direktur Internasional Crisis Group (ICG), Sidney Jones, yang sangat aktive mengamati dan melakukan penelitian tentang gerakan terorisme di Asia Tenggara ini, seperti dikemukakannya di Sydney Morning Herald, berkata : “Sepertinya, dia belum mati”, ucapnya. (Republika, 10/8/2009)

Hal senada juga dikemukan oleh Kepala Pusat Terorisme dan Kekerasan, Rohan Gunaratna, yang berbasis di Singapura, dan mengklaim sudah memiliki tes DNA ‘Nordin Top’ itu mennyatakan, “Dia (Nordin Top) belum tewas.l Tes DNA membuktikan, jenazah itu bukan Nordin. Namun, Nordin akan terus diburu”, ucapnya kepada Aljazeera. Dalam kesempatan lainnya, Kepala Polisi Jendral Bambang Hendarso Danuri, mengatakan, “Kami belum berani menyebutkan siapa dia. Harus dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan harus ada tes DNA”, ucapnya. (Republik, 10/8/2009).

Kalau benar yang terbunuh bukan ‘Nordin Top’, lalu siapa sebenarnya yang sudah terbunuh itu? Dan, apakah peristiwa yang sudah menyedot perhatian masyarakat sedemikian hebatnya itu, hanya sebuah berita yang diciptakan, dan ingin mengalihkan perhatian terhadap peristiwa yang lebih penting lainnya,yang sekarang ini menjadi perhatian masyarakat.

Seperti halnya, ketika berlangsung peristiwa peledakan Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, waktunya hampir berhimpitan dengan KPU mengumumkan hasil pemilu presiden. Saat rakyat sedang memperhatikan penghitungan hasil akhir pemilu presiden, yang menjadi sangat kontroversi, karena banyak tuntutan, yang menyatakan, baik dari kubu Mega dan JK, terjadinya banyak penyimpangan, tiba-tiba terjadi ledakan itu. Sekarang, disaat masyarakat ingin mendengarkan keputusan sengketa pemilu presiden yang sekarang kasusnya di Mahkamah Konstitusi (MK), tiba-tiba berlangsung peristwa penyergapan dan terbunuhnya tokoh ‘Nordin Top’. Kejadian peristiwa kejahatan terorisme berhimpitan waktunya dengan peristiwa politik. Dan, sebenarnya peristiwa politik, terkait dengan akan adanya keputusan MK tanggal 12 ini, dan dengan sebuah episode terbunuhnya ‘Nordin Top’ ini sangat lah luar biasa.

Kita menginginkan kehidupan ini berlangsung damai. Tenang. Tidak ada hiruk pikuk. Dan, tidak ada kontroversi. Sehingga, seluruh elemen bangsa ini bersatu padu menuju sebuah tujuan bersama, masyarkat adil makmur yang diridhoi Allah Ta’ala.

Tidak perlu seperti George Walker Bush, yang sengaja menciptakan monster yang disebut ‘teroris’, dan menciptakan ketidakamanan global, serta kekacauan dan perang. Bermula dari peristiwa 11 September 2001, yang kemudian diikuti penyerbuan terhadap Afghanistan, Iraq, dan pernyataan perang global melawan terorisme, dan jutaan umat Islam menjadi korban tingkah laku Presiden Bush.

Dan, semuanya itu hanyalah bohong dan rekaan belaka, seperti diakuinya sendiri, ketika Presiden Bush menjelang akhir masa jabatannya, bahwa dirinya menyesal menyerbu Iraq, karena hakekatnya tidak ada ancaman senjata pemusnah massal. Semuanya tindakan Presiden Bush itu, tak lain adalah hasil informasi dari CIA, yang sengaja membuat laporan palsu. Dan, akibat tindakan Presiden Bush ini, sekarang harus mewarisi keadaan masa depan AS yang gelap, ekonominya yang hancur, dan deficit anggarannya mencapai hampir 2 triliun dolar.

Sesungguhnya, yang menjadi ancaman masa depan bagi bangsa Indonesia adalah dikuasainya sumber daya alam oleh asing, dikuasainya asset-asset negara oleh asing, hancurnya moralitas bangsa, akibat budaya asing yang terus merusak secara sistemik dan terpola. Sehingga pemuda dan kalangan remaja saat ini, secara mental dan moral telah benar-benar hancur. Barat merusak lewat media, internet, buku-buku, komik, dan sarana-sarana lainnya terus menggerogoti masa depan mereka.

Bangsa ini secara ekonomi terjajah dan dikuasai asing, dan secara moral dan mental bangsa ini telah hancur akibat budaya materialisme yang berasal dari Barat. Inilah yang lebih bahaya dibandingkan dengan ancaman dari ‘Nordin Top’. Karena potensi-potensi bangsa telah hancur dan rusak, dan akan kehilangan peluang masa depannya. Wallahu ‘alam.


http://www.eramuslim.com/editorial/apakah-nordin-top-ancaman-riil.htm

Kepolisian Pastikan Lima Orang yang Tertangkap Bukan Anggota Jaringan Nurdin M.Top

Kepolisian memastikan bahwa lima orang yang ditangkap oleh Detasemen khusus 88 anti teror pada hari Sabtu (6/5) lalu, di Toli-toli Sulawesi Tengah bukan termasuk anggota jaringan terorisme Nurdin M. Top. Hal tersebut diungkapkan Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Anton Bachrul Alam, di Mabes Polri Jakarta, Senin(8/5).

"Lima orang yang sudah kita tangkap, sementara diduga terlibat kasus teror yang terjadi di Poso. Terutama untuk kasus pembunuhan," jelasnya.

Menurutnya, saat ini kelima orang tersebut, masih menjalani pemeriksaan di Markas Polda Sulteng. Dan rencananya, dalam waktu dekat mereka akan dibawa ke Mabes Polri Jakarta. Anton menegaskan, kelima orang yang diduga terlibat gerakan pengacau di Poso entara lain bernama, Aprianto alias Irwan, Arman alias Haris, Asruddin, Nano dan Abdul Muis.

"Dari kelima orang itu, dua orang disinyalir merupakan pelaku pembunuhan dan dua orang lagi membantu, satu orang mempunyai peluru, " katanya.

Dirinya membantah, pernyataan Kapolda Sulteng Brigjen Pol. Oegroseno yang menyatakan bahwa dari lima orang tersebut, dua orang di antaranya merupakan kurir dari Nurdin M. Top. Ia menambahkan, kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap tersangka lainnya. Serta menunggu hasil pengembangan penyelidikan dilapangan. (novel/travel)


http://www.eramuslim.com/berita/nasional/kepolisian-pastikan-lima-orang-yang-tertangkap-bukan-anggota-jaringan-nurdin-m-top.htm

Kepolisian Selidiki Keterkaitan Jamaah Islamiyah dengan Tandzim Qoedatul Jihad Pimpinan Nurdin M. Top

Kepolisian saat ini sedang menyelidiki keterkaitan antara Jamaah Islamiyah dengan kelompok Tandzim Qoedatul Jihad yang dipimpin Noordin M. Top, tersangka kasus bom Bali II. Hal tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Sutanto di sela-sela rapat kerja dengan komisi III DPR RI di gedung DPR RI Jakarta, Senin (30/01).

"Dari hasil rekaman yang menjadi barang bukti pemeriksaan oleh Kepolisian, Noordin M. Top menyatakan bahwa dia adalah Pemimpin Tandzim Qoedatul Jihatduntuk wilayah gugusan kepulauan Melayu, " jelas Sutanto.

Menurutnya, berdasarkan hasil analisis dari para tersangka, saksi-saksi dan barang bukti yang diperoleh, saat ini masih ada sekelompok kecil masyarakat yang berusaha membantu pelarian tersangka terorisme Noordin M. Top dan jaringannya. Lebih lanjut ia menjelaskan, tersangka Noordin M. Top melakukan perekrutan anggota untuk masuk ke dalam jaringannya di wilayah Jawa Tengah sebelum menjalankan aksi pengeboman Bali 1 Oktober 2005.

"Mereka yang direkrut, menjalankan 8 tugas yaitu sebagai perekrut, sebagai calon pelaku, sebagai pengambil gambar pernyataan Noordin M. Top, Pengambil gambar wasiat para pelaku, sebagai pelaku perampokan, sebagai petugas propaganda, perencana teror dan penyedia tempat tinggal serta penyedia kendaraan bermotor untuk melarikan diri, " katanya.

Ia menambahkan, hingga saat ini Polisi telah berhasil menangkap 11 orang tersangka teroris, 6 orang di antaranya sudah ditahan dan dalam proses penyidikan di Polda Jawa Tengah. Sedangkan yang lainnya masih dalam pemeriksaan secara intensif untuk menentukan perlu atau tidaknya dilakukan penanganan. (Novel/Travel)


http://www.eramuslim.com/berita/nasional/kepolisian-selidiki-keterkaitan-jamaah-islamiyah-dengan-tandzim-qoedatul-jihad-pimpinan-nurdin-m-top.htm